Tags

Bukankah kau yang meminta
Ketiadaanku yang sempat menyentuh hari-hari bisingmu
Saat kedua tanganmu tak sanggup lagi merapat ke telinga dan bibir mulai kelu
Bukankah kau yang meminta
Ketiadaanku saat aku telah berdiri di ujung pintu
Menyambutmu yang justru pergi karena meragu akan diriku
Bukankah kau yang meminta
Untukku tetap tinggal diantara cinta dan luka
Menunggumu pulih dari pahitnya rasa
Bukankah sebagai manusia kita selalu meminta
Menghapus kenangan yang tak berhenti menyelimuti saat sendiri
Berharap Tuhan mengampuni dan tetap menyayangi
Bertanya,
Adakah kebaikan dan perjuangan mendapatkan balasan?
Bagi hati dan jiwa yang telah tercemar?
Suatu ketika Tuhan pun akhirnya menjawab
Namun dimana?
Mengapa kau tiada lagi berada disana?
Oh sayang,
“Jangan sengaja pergi agar dicari. Jangan sengaja lari biar dikejar. Berjuang tak sebercanda itu.”

Masihkah menyesali kehidupan yang kau sendiri minta?

Kotagede, masih tentang patah hati, 17 April 2015.

Advertisements